Teman Kecil : Terimakasih Lagi

Tak banyak kesempatan bagi kita untuk sering-sering mengucapkan terimakasih kepada buah hati kita. Hmm.. untuk apa ya? Kadang kita para dewasa merasa yang paling berhak menerima kata ‘terimakasih’. Karena kita yang membesarkan, kita yang mengasuh, kita yang.. kita yang.. begitu seterusnya. Mungkin kita lupa, sebelum Allaah menitipkan makhluk-makhluk mungil itu di tangan kita. Sesungguhnya, kita sama sekali tidak mengerti tentang apa-apa. Kita belajar membujuk mereka, lewat kerewelannya. Kita belajar sabar, melalui keaktifannya. Banyak lagi pelajaran, yang kita dapat saat kita bersama mereka. Sekali lagi.. kadang kita lupa untuk berterimakasih.

Hafidh kecil adalah anggota baru di kelas ini. Teman-teman yang lain sebagian besar adalah bagian dari kelas terdahulu. Namun, sangat bersyukur. Hafidh mudah saja beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ia langsung lebur dan menemukan teman yang disukai.

Kakak Hafidh, dahulu pula dalam asuhanku. Serupa, meski tak sama dengan Hafidh. Keduanya memiliki wawasan yang luas dalam beberapa hal. Tentang binatang purba, luar angkasa, sedikit celetukan mengenai akhlak dan agama serta suka berbagi.

Adik dari Ummi Hafidh, juga guru di TKIT Al Auliya II ini. Dan teman kecil ini sangat dekat dengannya. Bila tiba waktunya pulang sekolah. Bel sekolah akan berbunyi. Teman-teman kecil akan pulang. Ada yang pulang dengan mobil jemputan. Ada yang dijemput mama, papa atau keluarganya. Ada pula yang masih menunggu sambil bermain. Karena Hafidh akan pulang bersama adik ummi-nya yang disebut ‘ammah’. Maka Hafidh bisa berada di sekolah sampai sore.

Seringkali, Hafidh meminta ammahnya untuk membelikan snack di toko dekat sekolah. Maka ammahnya akan member Hafidh sejumlah uang. Biasanya, ia akan membeli minuman sehat, coklat pasta dan yang lainnya. Saat kembali dari toko. Hafidh akan mencari anak-anak ibu guru yang belum pulang untuk kemudian membagi makanan yang dibelinya. Begitu terus, hampir setiap hari. Bahkan pernah, Hafidh diberi uang yang nilainya cukup besar oleh ammahnya. Uang itu habis, untuk membeli makanan yang lebih banyak. Kata Hafidh, sisanya untuk kakak-kakaknya di rumah.

Biasanya, berbagi itu perkara besar bagi teman-teman kecil seusia Hafidh. Jika diminta berbagi, kebanyakan anak-anak akan berpikir panjang untuk sampai pada keputusan ‘membagi’. Namun, Hafidh ringan saja melakukannya.

Pelajaran yang tak kan lekang. Aku dapatkan dari teman kecilku.. Hafidh dan kakaknya. Karena kakak Hafidh juga adalah teman kecil yang suka berbagi. Terimakasih lagi, untuk keduanya.

Keistimewaan Hafidh, tentu didapat dari Ummi Abi yang juga istimewa.

 

Motivasi :

Dear Hafidh.. di antara kita ada yang hidup di istana atau di rumah biasa. Namun, kebahagiaan tidak selalu memilih hidup di istana. Ada bahagia.. hanya di hati-hati yang penuh cahaya. Seterang hati Hafidh

One thought on “Teman Kecil : Terimakasih Lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *