Sentuh Rasa Dengan Pena Cinta

This is me.. kefanaan.. berwujud manusia. Bila aku baik.. itu karena kebaikan-Nya. Bila aku buruk.. itu kesalahanku. Hanya setitik manusia di tengah semesta, yang berusaha terus punya semangat MENULIS untuk menuliskan SEMANGAT.. Berbagi ‘CINTA’.. yang di dalamnya ada Allaah.. Rasuulullaah.. Jihad.. Umat.. Kejayaan.. dan Keluarga. Dalam rangkaian ‘CERITA’.. tentang manusia. Bisa saja tentang diriku.. dirimu atau mereka.  Dengan media pena ‘CAHAYA’.. ialah Kebenaran dan Kebaikan.. Insyaa Allaah..

Bismillaah.. Dengan ini aku mencoba..

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl, 16: 125)

Mencoba membagi cinta pada para pemilik kaki-kaki mungil

Menghiasi mereka dengan akhlaq Qur’ani

Menjaga hati mereka dalam dunia Islami

Mengenal diri dan memupuk cerdasnya

Demi menjadi jundi yang cinta Ilahi

Amiin yaa Rabbal’aalamiin

Baru pula kuketahui, bahwa pada zaman dahulu Al Hasan berkata kepada Mutharrif bin ‘Abdullah bin Asy-Syakhir Al Harsyi : “Hai Mutharrif, nasihatilah teman-temanmu !”

Mutharrif menjawab : “Aku takut mengatakan apa yang tidak aku lakukan.”

Mendengar jawaban itu, Al Hasan menimpalinya : “Semoga Allah merahmatimu. Kapan-kapan dia akan mengerjaakan apa yang dia katakan. Dengan jawabanmu seperti itu, syaithan yakin merasa beruntung, sebab jika itu jalan pikiranmu, maka tidak ada seorang pun yang akan menyuruh kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran.”

Semakin yakin dengan langkah ini.. DAKWAH adalah jalanku.. Senjataku adalah pena.. Jika diperlukan.. Pena ini.. kan berubah jadi senjata..

Under the sky.. and On top of the earth.. Me and the way I love

Trying my best.. to be the best.. Than let Allaah do the rest

0 thoughts on “Pena Cinta

  1. jalan-jalan, gak sengaja tersesat di blog ini… subhanallah… banyak yang bisa diambil.. terima kasih mbak.. banyak pelajaran dan pencerahan yang kembali mengilhami diriku tuk berubah menjadi insan yang lebih baik… smga mbak tidak lelah terus mengukir meski hanya lewat pena…

    salam hangat dan kenal
    *spring ^^

    1. Mengikuti seperti apa ya, Mbak Nita? 🙂
      Dengan membaca, mbak sudah ikut kok. Dengan menulis, juga sudah ikut. Yuk semangat.. ^_______^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *