Ketika Momentum Tersenyum

Katanya jika menghadapi kondisi yang buruk dalam hidupmu, membuatmu memikirkannya dengan sepenuh energi, kondisi yang menguras setiap emosi (lebay style) jangan sebut itu masalah. Tapi, anggap itu tantangan.

Katanya jika kita menganggap kondisi seperti itu sebagai masalah, maka setiap bagian diri kita akan menganggapnya negatif dan bukannya mendorong diri untuk mencari solusi, melainkan malah tenggelam dalam perasaan tak berdaya dalam menghadapinya. Sedangkan jika kita menganggapnya sebagai tantangan, maka sebagai manusia yang biasanya menyukai sesuatu sebagai penguji kemampuannya. Sehingga kita merasa bisa serta merasa mampu untuk melakukannya dan membuatnya nampak mudah.

Seperti aku, yang sudah sangat lama meninggalkan aktifitas menulis yang dilakukan setiap hari. Kemudian berlanjut dengan menulis dalam jeda2 yang lama. Melalaikan satu web hingga habis masanya. Hanya sempat eksport semua tulisannya ke sebuah blog gratisan yang sekali lagi juga dibiarkan tanpa menambah postingan. Menulis hanya sekali-sekali, ketika merasa luang dan nemu ide yang menarik sekali. Sibuk di facebook, buat status2 pendek. Sedangkan sebelumnya seringkali berusaha menahan diri untuk tidak menuliskan status2 bagus. Tapi menunggu ia mengendap lalu aku jadikan tulisan.

Akhirnya sampai di sini juga. Hari ke 19. Setiap hari menulis artikel, minimal 300-an kata. Berat.. bahkan seringkali selesai di penghujung hari, disepanjang kantuk yang menyayat. (Lebay lagi) Berawal dengan tantangan 15 hari. Menulis 15 artikel dalam waktu 15 hari. Tantangan yang diberikan oleh Pak Anto, seorang teman dari sebuah komunitas menulis di WA.

Momentum. Itu yang selalu kita butuhkan. Sebuah titik di mana kesemoatan telah datang, garis perubahan tinggal dibalikkan. Ketika Allaah beri itu.. apalah lagi menuju sesuatu yang menyenangkan bagimu, ambil. Aku ikut. 11 pendaftar saat itu. Hanya bertahan 5 peserta di hari terakhir.

Melewati 15 hari hanya ingin kembali ke masa itu, menjadi diriku. Tak terpikirkan lagi hadiah dari tantangan 15. Hanya ingin memastikan bahwa aku tidak berhenti. Karena musuh sejatiku sebenarnya sedang di dalam sini, dekat sekali. Dia atau aku yang kalah. Membayangkan sedang menghadapi seseorang dengan jasad yang persis sama denganku. Tapi, ia sedang mengajakku terlena. (Iiih, lebay juga)

Selesai 15 hari, ternyata malahan deg2an. Baru teringat, hadiah pertamanya domain. Hanya 5 peserta perempuan yang berhasil maju. Lalu dilakukan polling oleh member grup.

Singkat cerita, Pak Anto mungkin kasihan kepada kami. 😀 Bukannya muncul juara 1 sampai 3, malah semua yang bertahan menulis 15 artikel dapat blog berbayar yang siap pakai. Alhamdulillaah..

Ada Mbak Esa Puspita, Mbak RiaErHa, Mbak Eva Zahraa , Mbak Gita

Momentum demi momentum Allaah kirimkan. Tinggallah bertanya pada diriku, seberapa besar niat bertahan, seberapa ingin berbagi lebih banyak, seberapa berani jiwa mau mengambil kesempatan ini.. Siap menjawab.

Dan mariii.. kita lanjutkan menulis lagii.. setiap hari yaaa diriiii.. kita sambut senyuman sang momentum.. lalu kita balas dengan tulisan terindah.

Hey World I’m Back with CelotehAIR.com

Bismillaah.. Allaah, please help me..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *