Jakegarden

Di sebuah komplek perumahan dibangun sebuah taman megah atas prakarsa seorang seniman terkenal dan sangat kaya bernama Jake (65th). Dia selalu membuat karya dengan media es. Desain taman pun hasil pemikiran sang seniman. Dibangun dengan cita rasa seni yang tinggi. Tak heran jika taman itu memang terlihat istimewa dibandingkan dengan taman-taman lainnya. Diambil dari nama pencetusnya, di gerbang taman terpasang tulisan ‘JAKEGARDEN’

Taman seluas 2000m2 itu ditanami dengan berbagai macam jenis tanaman bunga. Pohon-pohon pinus dan beberapa akasia menghiasi dan menjadi peneduh yang kokoh. Di tengah-tengah taman dibangunlah sebuah rumah pohon berwarna putih. Di dekat rumah pohon pula dibuatkan kolam yang cukup besar. Di tengahnya ada patung puteri salju yang menjadi tempat keluarnya air mancur. Di sebuah sudut Jake memasang beberapa mainan outdoor.

Sejak dibangun, Jake membuka tamannya untuk umum. Namun, dia menetapkan peraturan khusus untuk tamannya. Pengunjung yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan hukuman membersihkan taman, Rumah pohon hanya boleh digunakan oleh pelajar dan mahasiswa untuk pertemuan kelompok atau organisasi, hanya pasangan yang membawa anak yang boleh menggunakan arena bermain. Serta pengunjung tamannya haruslah para penghuni komplek saja. Begitulah.. pun ada beberapa org yang melanggarnya. Namun taman itu tetap terjaga karena ia menggaji seorang pengawan taman yang sangat setia.

Jakegarden selalu penuh pengunjung di sore hari dan sepanjang hari di saat liburan. Penghuni komplek menghabiskan lebih banyak waktu libur mereka di taman itu dari pada pergi ke pantai atau mall. Taman itulah yang kemudian membuat hubungan antara penghuni komplek semakin hangat karena mereka seringkali membuat acara-acara bersama di taman. Taman itu pemersatu bagi mereka. Menghimpun kebaikan-kebaikan dari seluruh penjuru komplek.

Hingga belasan tahun kemudian, taman megah itu terus dikunjungi penghuni komplek dan menjadi kebanggaan bagi mereka. Sampai akhirnya Jake tua meninggal dunia, taman itu diserahkan pengurusannya kepada seorang saudara angkatnya yang menjadi pewaris bagi semua hartanya. Maka saat itulah semua kerusakan di taman bermula.

Sepupu Jake tak memiliki pemikiran yang sama dengannya. Dia membolehkan Jakegarden dikunjungi oleh orang-orang dari luar komplek. Satu-satunya hal fisik pada taman yang diubah adalah, dibangunnya beberapa toko kecil untuk snack dan produk-produk lain milik saudara angkat Jake itu. Bahkan peraturan yang sejak lama diterapkan pun sama sekali tidak ditegakkannya.

Banyak sudut dari Jakegarden dijadikan tempat menumpuk sampah oleh pengunjung. Taman bermain jadi tempat bercengkrama para pemabuk bahkan para pelajar kerap terlihat mabuk juga. Karena mereka dengan mudah bisa mendapatkan minuman keras di toko dalam taman. Sedangkan  rumah pohon seringkali dijadikan tempat berbuat mesum para pelacur.

Penghuni komplek sudah tak tahan Dan makin merasa tidak nyaman dengan adanya banyak keburukan di Jakegarden. Mereka mendatangi Ahoye, saudara sepupu Jake itu dan menyampaikan pendapat mereka mengenai kondisi Jakegarden. Namun, Ahoye tidak memperdulikannya. Kepongahannya nampak dari cara bicaranya yang penuh emosi. Ia mengatakan bahwa taman itu miliknya, ia berhak mengatur sesuai dengan maunya. Semua yang terjadi di taman saat ini dilakukan atas izin Ahoye dan semuanya demi memberi keuntungan pada penghuni komplek.

“Bagaimana mungkin anda memperbolehkan orang mabuk dan para pelacur masuk ke sini tuan. Bagaimana nasib anak2 kami melihat tingkah mereka.”

“Haaah!! Bukan urusanku. Aku pemilik taman itu. Jadi aku berhak melakukan apa saja.”

Jakegarden makin rusak. Pemilik yang tak bertanggung jawab menjadikannya seperti sarang dari banyak keburukan. Hal itu menyebabkan banyak penghuni komplek yang akhirnya lebih suka menghabiskan waktu liburan mereka ke tempat lain. Bahkan beberapa diantara mereka pindah ke perumahan yang lain.

Tinggallah Jakegarden yang tak lagi megah. Ia hanya sebuah taman kering dan gelap yang dihuni manusia2 penikmat dunia.

********

Aku mau ibu yang sempurna di mata

Memeluk erat dengan segala keindahan jiwa

Ia lumat semua dendam manusia

Di tangannya hanya ada cahaya

Di matanya tempat ku melihat bahagia

Di kakinya benar-benar ada surga

Di sana aku ada

Dekat dengan kebaikannya

Jangan rusak ibu kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *